Pages

Berita Sepak Bola : Musim yang Penuh Duka Sekaligus Suka

Berita Sepak Bola : Musim yang Penuh Duka Sekaligus Suka

sumber berita Musim yang Penuh Duka Sekaligus Suka : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47b2f1ac/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A60C30A0C1733460C2956570A0C14970Cmusim0Eyang0Epenuh0Eduka0Esekaligus0Esuka/story01.htm
Oktober 2014 menjadi masa-masa yang tidak menyenangkan bagi para penikmat Bundesliga. Aksi mogok masinis kereta di beberapa negara bagian membuat beberapa kelompok pendukung kesulitan menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.

Aksi-aksi yang dilancarkan kelompok bernama Hooligan Gegen Salafisten (Hooligans menentang Salafiyah) menimbulkan rasa tidak nyaman dan mencoreng wajah sepakbola Jerman.

Pada Februari, bahagia mulai terasa. Pada hari Valentine 2015, enam pertandingan menyuguhkan 27 gol yang memanjakan semua penikmat Bundesliga di seluruh dunia. Kecuali pihak yang kalah, semua merasa senang.

Dan cerita-cerita dari Bundesliga musim 2014/15 tentu saja bukan hanya mogok masinis, aksi kelompok sayap kanan, dan hujan gol di hari kasih sayang. Bundesliga penuh duka, Bundesliga penuh suka.

Bayern Menurun

Kekalahan Bayern Munich dari FC Porto di leg pertama babak 8 besar Liga Champions menjadi puncak kekesalan Hans-Wilhelm Muller-Wohlfahrt. Bersama putranya, Killian, Peter Ueblacker, dan Lutz Hansel, Muller-Wohlfahrt meninggalkan Bayern karena terus menerus disalahkan atas badai cedera yang menimpa para pemain utama.

Salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan rasa tidak puas terhadap hasil kerja dokter tim tersebut adalah sang pelatih kepala, Josep Guardiola. Padahal Pep juga selayaknya menerima kritik untuk hasil kerjanya musim ini. Sebagai pelatih, pencapaiannya lebih buruk dari musim lalu.

Di musim pertamanya sebagai pelatih kepala Bayern, Pep membawa kesebelasannya juara dengan raihan keseluruhan 90 angka. Itu artinya, Bayern berhasil meraih 2,65 poin per pertandingan. Produktivitas Bayern juga terhitung sangat baik: mereka mencetak 94 gol dalam 34 pertandingan.

Musim 2014/15, catatan-catatan tersebut menurun. Bayern juara dengan 79 poin saja. Hanya 2,32 gol per pertandingan. Mereka juga hanya mencetak 80 gol ke gawang lawan. Catatan tersebut terlihat lebih buruk mengingat Bayern tidak berhasil menyandingkan gelar juara Bundesliga dengan DFB-Pokal seperti musim lalu. Pantas jika kemudian Pep merasa kesal terhadap hasil kerja Muller-Wohlfahrt.

Musim lalu Pep bermain dengan empat pemain belakang. Musim ini ia mengubah taktik dengan memainkan tiga bek tengah. Sialnya, Javi Martinez sebagai aktor kunci dari transisi dan penerapan taktik baru ini menderita cedera panjang. Tanpa Martinez, Pep kesulitan memainkan cara termudah untuk perlahan membiasakan para pemain Bayern dengan taktik barunya.
Nuhun for visit Musim yang Penuh Duka Sekaligus Suka