Pages

Berita Sepak Bola : PSSI Tak Diakui Pemerintah, Djohar Mundur dari Dewan Kehormatan

Berita Sepak Bola : PSSI Tak Diakui Pemerintah, Djohar Mundur dari Dewan Kehormatan

sumber berita PSSI Tak Diakui Pemerintah, Djohar Mundur dari Dewan Kehormatan : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47b9c12b/sc/21/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A10C130A80A40C29573760C760Cpssi0Etak0Ediakui0Epemerintah0Edjohar0Emundur0Edari0Edewan0Ekehormatan/story01.htm
Jakarta - Mantan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengundurkan diri dari dewan kehormatan PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 2015. Pengunduran diri tersebut lantaran PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti tidak diakui oleh pemerintah.

Djohar menjelaskan surat pengunduran diri tersebut terhitung sejak per 24 Juni lalu dan telah disampaikan kepada sekretariat PSSI. Alasan utama keputusannya itu adalah karena pemerintah tidak mengakui PSSI hasil KLB 2015.

"Saya mengundurkan diri sebagai Ketua/Anggota Kehormatan PSSI hasil Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya sejak 24 Juni 2015. Pengunduran diri ini karena kepengurusan hasil KLB Surabaya tidak mendapat pengakuan dari Pemerintah Republik Indonesia," ungkap Djohar melalui pesannya, Rabu (1/7/2015).

"Surat pengunduran diri telah disampaikan staf ke sekretariat PSSI. Pemberitahuan resmi bahwa pemerintah tidak mengakui KLB Surabaya saya dapatkan langsung dari Menpora pada pertemuan tanggal 23 Juni 2015."

Kendati begitu, Djohar menegaskan pilihannya itu diambil murni keputusannya bukan karena adanya tekanan dari pihak manapun.

"Oleh karena itu saya mengundurkan diri dari kepengurusan PSSI hasil KLB Surabaya sejak tanggal 24 Juni 2015. Pengunduran ini tidak ada tekanan atau ancaman. Pengunduran diri ini murni keinginan saya sendiri."

Beberapa waktu lalu Menpora Imam Nahrawi mengundang Djohar untuk membahas kondisi sepakbola Indonesia saat ini. Akan tetapi, oleh PSSI di bawah komando La Nyalla, Djohar dianggap tidak etis memenuhi undangan tersebut dan diancam sanksi sesuai kode etik organisasi.

Djohar sendiri tak luput dari kontroversi sewaktu memimpin PSSI. Ia terpilih pada Kongres Luar Biasa di Solo pada 9 Juli 2011. Kala itu ia disebut-sebut mendapat dukungan dari kelompok pengusaha Arifin Panigoro.

Setahun memimpin PSSI, Djohar terus "digoyang" oleh rival-rivalnya, sampai-sampai pada Maret 2012 terbentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dipimpin oleh La Nyalla.

"Dualisme" organisasi itu memunculkan konflik berkepanjangan, termasuk dua kompetisi: Indonesia Premier League (IPL) yang diakui PSSI, dan Indonesia Super League (ISL) yang berafiliasi ke KPSI. Konflik itu berakhir dengan "kekalahan di kubu IPL". Pada Maret 2013, dalam KLB di Hotel Borobudur, Jakarta, enam anggota Komite Eksekutif dijatuhi skorsing, termasuk wakil ketua umum PSSI, Farid Rahman. Posisi Farid kemudian diisi oleh La Nyalla -- sedangkan Djohar dipertahankan, yang membuatnya dituduh "membelot" oleh para mantan pendukungnya.
Nuhun for visit PSSI Tak Diakui Pemerintah, Djohar Mundur dari Dewan Kehormatan