Pages

Berita Sepak Bola : Dihukum PSSI, Djohar Arifin: Lelucon Apa Lagi Ini?

Berita Sepak Bola : Dihukum PSSI, Djohar Arifin: Lelucon Apa Lagi Ini?

sumber berita Dihukum PSSI, Djohar Arifin: Lelucon Apa Lagi Ini? : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47f0b285/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A80C1941230C29639950C760Cdihukum0Epssi0Edjohar0Earifin0Elelucon0Eapa0Elagi0Eini/story01.htm
Jakarta - Djohar Arifin Husin menganggap hukuman kepada dirinya yang dijatuhkan PSSI sebagai sebuah lelucon. Dia menegaskan tidak akan melakukan banding karena organisasi yang pernah dipimpinnya itu kini tidak diakui pemerintah.

Komite Etik PSSI menjatuhkan hukuman kepada Djohar berupa larangan beraktivitas seumur hidup di dunia sepakbola baik PSSI, AFC maupun FIFA. Hukuman itu diberikan kepada Djohar karena dianggap melanggar kode etik lantaran berani menemui Menpora Imam Nahrawi pada 23 Juni lalu.

Djohar menduga hukuman itu memang sudah direncanakan sejak awal. Sebab, dia tidak pernah sama sekali menerima undangan dari komite etik untuk hadir di persidangan.

"Lelucon apalagi ini? Sudah diduga semuanya hanya untuk memuaskan dendam ABS (Asal Bos Senang). Ini 'kan seperti Kepala Sekolah menghukum yang bukan muridnya. Saya bukan pengurus PSSI lagi di kepengurusan mereka sekarang. Dan saya diundang Kemenpora sebagai Ketum PSSI 2011-2015. Masa pengurus sekarang bisa menghukum pengurus sebelumnya?" ungkap Djohar melalui pesannya.

"Anehnya lagi, secara fisik saya tak pernah terima undangan sidang. Mana bukti tanda terimanya? Walaupun saya terima undangan, (saya) tetap tidak akan datang karena kepengurusan ini liar di mata pemerintah.

"Dan saya tak perlu banding karena kepengurusan ini tidak sah di negeri ini, karena tidak diakui pemerintah. Kemudian perlu dipertanyakan posisi ketua Komite Etik yang bekas narapidana (Teuku Muhammad Nurlif -- Red), apa dibenarkan statuta FIFA. Ya sepertinya keputusan ini penuh dendam. Saya akan terus berusaha memajukan sepakbola Indonesia.

"Saya belum pernah terima SK sebagai pengurus, saya tahu sebagai pengurus (dewan kehormatan PSSI) dari media. Saya diundang sebagai ketua umum PSSI 2011-2015, bukan sebagai pengurus sekarang. Dendam mendominasi hukuman ini, tidak lagi berdasarkan aturan dan logika. Masa bertemu menteri di pemerintahan yang sah dihukum. Hehehe, ngawur ya," pungkas Djohar.

Nuhun for visit Dihukum PSSI, Djohar Arifin: Lelucon Apa Lagi Ini?