Pages

Berita Sepak Bola : Efektivitas Penguasaan Bola untuk Menang

Berita Sepak Bola : Efektivitas Penguasaan Bola untuk Menang

sumber berita Efektivitas Penguasaan Bola untuk Menang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47feda8f/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C10A0C110A80A20C296550A70C14820Cefektivitas0Epenguasaan0Ebola0Euntuk0Emenang/story01.htm
Di musim lalu tim-tim juara di liga Eropa tercatat memiliki persentase penguasaan bola yang lebih tinggi dibanding rival-rivalnya. Poin lebihnya adalah, ball possession tidak sekadar memegang bola dengan bertele-tele.

Barcelona, yang meraih treble winners, menjadi juara dengan gaya mereka yang memainkan ball possession tinggi untuk melakukan serangan. Barca tidak membiarkan lawan-lawan mereka berlama-lama memegang bola. Mereka akan langsung melakukan pressing ketat kepada lawan sesaat setelah lawan menguasai bola.Dengan begitu, lawan tidak akan bisa menyerang gawang mereka dan mereka kembali siap untuk menyerang gawang lawan.

Hal ini terlihat dari apa yang mereka catatkan di semua laga yang mereka ikuti. Di La Liga, tercatat rata-rata Barcelona menguasai bola hingga 69,7%. Angka ini merupakan angka yang paling tinggi di La Liga. Sedangkan di Liga Champions rata-rata penguasaan bola Barcelona mencapai 60,6%. Angka tersebut hanya kalah dari Bayern Munich yang memiliki penguasaan bola mencapai 64%.

Sepakbola modern memang lebih menekankan pada permainan pressing untuk membuat lawan tidak bisa lama menguasai bola. Dalam perkembangan sepakbola saat ini, mempersempit ruang gerak lawan akan membuat gawang menjadi lebih aman. Karena itu, melakukan pressing dan merebut posisi menjadi satu hal yang dilakukan sebagian besar klub untuk memenangkan pertandingan.

Karena itulah kemudian mulai terbagi dua kubu antara klub kuat dan klub lemah. Meski juga tidak mutlak seperti ini, namun tim yang lebih kuat akan cenderung melakukan pressing dan menguasai bola lebih lama ketimbang yang lemah. Dan jika yang lemah berada pada level permainan yang cukup jauh, mereka akhirnya memilih untuk menumpuk pemain di area pertahanan sendiri untuk mempersempit ruang yang harus mereka tutup.

Fenomena seperti ini setidaknya terlihat dari hasil yang ditunjukan pada liga-liga terbesar Eropa seperti Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman. Jika kita lihat rata-rata penguasaan bola Chelsea mencapai 55%, Juventus mencapai 57%, dan Bayern Munich mendapai 70,2%. Hal tersebut menunjukan bahwa tim-tim juara dari keempat liga tahun ini cenderung memiliki penguasaan bola lebih tinggi dari lawannya.

Namun, benarkah penguasaan bola masih dianggap penting saat ini? Apakah sebagian besar tim besar saat ini masih beranggapan bahwa menguasai bola adalah cara terbaik untuk memenangkan pertandingan? Dan apakah pola permainan ini masih akan terus ditunjukkan hingga musim depan?

Kecenderungan seperti ini sebenarnya sudah dibantah Atletico Madrid di musim 2013/2014. Pada musim itu mereka berhasil menjadi juara La Liga dan menjadi runner-up Liga Champions tanpa memainkan penguasaan bola yang tinggi. Pada musim itu, rata-rata penguasaan bola Atletico hanya mencapai 48,9% di La Liga. Angka ini menempatkan mereka di posisi ke-10 dibandingkan penguasaan bola klub-klub La Liga musim itu.



Hanya saja, Atletico juga tidak membiarkan begitu saja lawan-lawannya menguasai bola dan menciptakan peluang. Prinsip Atletico di musim tersebut adalah lawan boleh banyak menguasai bola, namun penguasaan bola tersebut tidak akan berbuah peluang menciptakan gol. Hal ini terbukti dengan jumlah tendangan ke gawang mereka yang hanya 9,1 per pertandingan. Hanya Barcelona yang memiliki angka lebih rendah dari Atletico pada musim tersebut.
Nuhun for visit Efektivitas Penguasaan Bola untuk Menang