Pages

Berita Sepak Bola : Ezra Walian Berbagi Ilmu Sepakbola ala Ajax pada Anak-Anak Tak Mampu di Jakarta

Berita Sepak Bola : Ezra Walian Berbagi Ilmu Sepakbola ala Ajax pada Anak-Anak Tak Mampu di Jakarta

sumber berita Ezra Walian Berbagi Ilmu Sepakbola ala Ajax pada Anak-Anak Tak Mampu di Jakarta : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47dd1dda/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C1446220C29615290C760Cezra0Ewalian0Eberbagi0Eilmu0Esepakbola0Eala0Eajax0Epada0Eanak0Eanak0Etak0Emampu0Edi0Ejakarta/story01.htm
Jakarta - Di sela-sela liburannya di Indonesia, pemain muda Ajax berdarah Manado, Ezra Walian, menyempatkan diri ikut memberi pelatihan sepakbola kepada pemain-pemain muda di Jakarta pada akhir pekan lalu.

Ezra (17), yang tahun lalu dikontrak secara profesional oleh Ajax dan bermain di tim reserves, hadir menemani legenda sepakbola Indonesia, Rochi Putiray, untuk melatih 30-an anak-anak kurang mampu dari SSB Gelora Putera yang dikelola Rochi, di lapangan F Senayan, Jakarta, pada Sabtu (4/7/2015) sore.

Selama kurang lebih dua jam Ezra terlihat antusias saat memberi ilmu sepakbola yang dia miliki. Dia memang sudah tiga tahun terakhir ini selalu berlibur ke Indonesia, dan kerap memberi coaching clinic secara sukarela, salah satunya secara rutin di panti asuhan milik adik neneknya di kawasan Jonggol, Jawa Barat.

"Dia sangat suka dengan kegiatan yang berbau amal (charity), dan dia sangat senang untuk memenuhi undangan tersebut," ucap Wide Putra Ananda, president director dari Top Sportainment.



Sebelum dipinang akademi Ajax di tahun 2012, Ezra lebih dulu menimba ilmu sepakbola di akademi AZ Alkmaar. Dan ketika umurnya sudah 16 tahun, Ajax pun memberinya kontrak profesional. Dia berharap, dengan sisa kontrak dua tahun lagi dia bisa menembus tim pertama. [Baca selengkapnya: Mengenal Ezra Walian, Pemain Muda Ajax Berdarah Manado]

"Saya lihat Indonesia punya banyak pemain berbakat. Hanya saja banyak sekali yang harus diperbaiki, termasuk cara berlatih dan lapangan yang sangat memprihatinkan. Karena untuk menjadi pemain bola yang berhasil, modal bakat saja tidaklah cukup," ucap Ezra seusai memberi pelatihan.

"Menurut saya, pemain-pemain Indonesia selalu ingin punya style, ingin menunjukkan aksi individual yang menonjol. Di Eropa, terkadang skill-skill tertentu tidak diperlukan, karena permainan tim lebih diutamakan," tambah pemain timnas Belanda U-17 itu.

Pada sesi tersebut Ezra mengaku sangat bahagia karena anak-anak yang dia latih umumnya berasal dari keluarga yang tidak mampu. Mereka memang dikumpulkan oleh Rochi Putiray untuk bisa menyalurkan keinginannya menjadi pemain bola, tanpa harus terlalu memikirkan beban biaya. Rochi bahkan membiayai hidup sedikitnya 11 anak asuhnya itu.

"Tapi semangat mereka untuk belajar sepakbola luar biasa. Saya senang melihatnya," ucap Ezra yang ditemani ayahnya, Glenn Walian, yang terlahir di Manado tapi sudah dibawa ke Belanda oleh orangtuanya ketika masih berusia tiga tahun.









Nuhun for visit Ezra Walian Berbagi Ilmu Sepakbola ala Ajax pada Anak-Anak Tak Mampu di Jakarta