Pages

Berita Sepak Bola : Gelandang-Gelandang Luar Biasa di Musim 2014/2015

Berita Sepak Bola : Gelandang-Gelandang Luar Biasa di Musim 2014/2015

sumber berita Gelandang-Gelandang Luar Biasa di Musim 2014/2015 : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47f6b524/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A90C1315230C29645840C14970Cgelandang0Egelandang0Eluar0Ebiasa0Edi0Emusim0E20A140E20A15/story01.htm
Tugas utama gelandang adalah memasok umpan kepada para penyerang. Sejalan dengan perkembangan sepakbola, tugas itu bertambah: sebagai perebut bola, penjaga lawan yang disiplin, hingga mencetak gol.

Di musim lalu (2014/2015), nama-nama gelandang top di tim papan atas tentu lebih menyita perhatian. Dari James Rodriguez atau Toni Kroos di Real Madrid, Ivan Rakitic di Barcelona hingga Claudio Marchisio, Paul Pogba dan Arturo Vidal di Juventus atau Cesc Fabregas di Chelsea.

Padahal, gelandang-gelandang dengan kinerja luar biasa di musim lalu tidak sedikit yang berasal dari klub yang tidak meraih gelar juara, bahkan ada yang berasal dari tim semenjana yang mungkin belum pernah didengar pembaca sebelumnya.

Berikut beberapa nama gelandang yang bermain di Eropa dengan kinerja memukau sepanjang musim 2014/2015.

DIMITRI PAYET

Dia baru saja mengikat kontrak dengan West Ham United, setelah memperkuat Olympique Marseille dalam dua musim terakhir. Selama membela Marseille, Payer menjadi gelandang serang komplit idaman para pelatih.

Sejatinya pemain asal Prancis tersebut berposisi sebagai gelandang serang tengah, namun pergerakannya di lapangan bisa melebihi peran bakunya itu. Payet bisa menggandakan perannya dengan melebar ke sisi lapanggan, dan menjelma menjadi pengumpan silang yahud. Dia memang punya kelebihan melepaskan umpan-umpan silang yang bahkan lebih dominan ketimbang para pemain sayap yang diturunkan pelatih Marcelo Bielsa dalam skema 4-2-3-1.

Umpan silang yang ia buat dalam setiap pertandingannya selalu lebih banyak dari yang dibuat gelandang sayap Marseille. Andre Ayew melepaskan umpan silang 0,2 per laga, Florian Thauvin 1 umpan silang per laga, sedangkan Payet mampu melepaskan umpan silang 2,4 per laga.



Padahal melepaskan umpan silang bukanlah tugas utama seorang gelandang serang tengah. Namun Bielsa memang merancang skema yang memungkinkan Payet menyisir seluruh area sepertiga akhir lawannya. Tidak jarang Payet bertukar posisi dengan Thauvin maupun Ayew pada peran tiga gelandang serang yang diandalkan Bielsa dalam meramu serangan. Akan tetapi porsi lebih diberikan kepada Payet sebagai tumpuan serangan.
Nuhun for visit Gelandang-Gelandang Luar Biasa di Musim 2014/2015