Pages

Berita Sepak Bola : Liga Champions sebagai Durian Runtuh Tim Antah Berantah

Berita Sepak Bola : Liga Champions sebagai Durian Runtuh Tim Antah Berantah

sumber berita Liga Champions sebagai Durian Runtuh Tim Antah Berantah : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47ed3c4e/sc/21/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A80C10A52420C2963280A0C14970Cliga0Echampions0Esebagai0Edurian0Eruntuh0Etim0Eantah0Eberantah/story01.htm
Dua kompetisi antarklub di Eropa, Liga Champions dan Liga Europa, musim 2015/2016 akan segera dimulai dari fase kualifikasi. Dari situ saja sudah ada gelontoran uang untuk tim-tim "antah berantah".

Kompetisi Eropa, terutama Liga Champions, menjadi kompetisi impian bagi kesebelasan-kesebelasan Eropa. Mereka yang bisa ke babak utama akan mendapat sejumlah keuntungan, salah satunya kenaikan popularitas. Gemerlap Liga Champions pun membuat pemain-pemain top dunia tertarik untuk bergabung ke klub mereka.

Keuntungan utama dari Liga Champions tentu saja finansial. Masuk ke babak fase grup saja sebuah tim akan langsung mengantongi uang sebesar 12 juta euro. Angka ini belum ditambah jika mereka berhasil menang atau imbang dalam pertandingan di fase grup. Dan tentu saja, jumlahnya akan semakin berlipat jika klub tersebut berhasil lolos ke babak 16 besar.

Namun, tentu tidak banyak klub yang bisa lolos ke babak grup Liga Champions. Bagi perwakilan dari beberapa negara, masuk ke fase grup kompetisi ini masih merupakan sebuah mimpi. Salah satu klub yang bernasib seperti ini adalah FC Levadia Tallinn dari Estonia. Sejak tahun 2008 hingga tahun ini, mereka tidak pernah absen mengikuti kualifikasi Liga Champions. Namun, tidak sekali pun mereka bisa lolos ke fase grup. Prestasi terbaik mereka hanya mencapai babak play-off (fase setelah babak penyisihan ketiga) di musim 2008/2009, sebelum dihentikan Galatasaray.

Levadia tentu bukan satu-satunya yang mengalami hal ini. Beberapa wakil dari negara peringkat bawah Eropa lainnya memiliki nasib yang sama. Mereka seolah-olah hanya mampu bersaing untuk menuju babak play-off Liga Champions, sebelum disingkirkan oleh klub-klub besar Eropa.

Tentu saja perjuangan mereka tidak sepenuhnya sia-sia. Sebab, sampai babak play-off pun mereka sudah bisa mengantongi uang sebesar 3,9 juta euro. Angka ini mungkin dianggap kecil bagi klub Liga Inggris atau tim-tim besar Eropa, tapi tidak bagi tim-tim kecil.

Jika membandingkan daftar estimasi harga pemain yang dimiliki Levadia Tallinn berdasarkan data transfermarkt.co.uk, total 24 pemain yang terdaftar di dalam tim tersebut hanya seharga 3,8 juta euro. Itu artinya, pemasukan yang didapat dari babak play-off Liga Champions sudah cukup buat Levadia untuk mendatangkan 24 pemain lagi yang selevel dengan yang mereka miliki saat ini.

Bagi tim-tim besar Eropa, Liga Champions jauh lebih mendatangkan berkah. Total pendapatan yang bisa mereka dapat jika berhasil menjadi juara mencapai 54 juta euro.

Jika berandai andai, harga seorang Lionel Messi menurut transfermarkt.co.uk berkisar antara €115 juta. Maka, jika anda bertanya, mungkinkah Lionel Messi pindah dari Barcelona? Jawabannya mungkin Messi akan pindah jika ada klub yang berhasil menjadi juara Liga Champions 2 kali berturut. Karena mereka hanya cukup sedikit menambah uang untuk bisa melunasi pembayaran Messi jika berhasil menjadi juara Eropa.

Dan patut diingat, angka-angka ini murni hanya dari uang hadiah Liga Champions. Belum dari sponsor dan pemasukan lainnya yang tentu akan menjadi lebih besar jika klub berhasil lolos ke Liga Champions.




* Oleh @iiirf dari @panditfootball


Nuhun for visit Liga Champions sebagai Durian Runtuh Tim Antah Berantah