Pages

Berita Sepak Bola : Musim yang Penuh Kejutan

Berita Sepak Bola : Musim yang Penuh Kejutan

sumber berita Musim yang Penuh Kejutan : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47de38fd/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A60C1746270C296180A40C14970Cmusim0Eyang0Epenuh0Ekejutan/story01.htm
MMemasuki musim 2015/2016, bursa transfer Serie A Italia begitu menggeliat. Sejumlah pemain telah bergabung dengan tim baru, bahkan sebelum bursa transfer dibuka. Serie A tampaknya begitu bersiap menyambut musim yang baru.

Hal ini bisa terjadi mungkin sedikit banyak disebabkan oleh apa yang terjadi pada musim 2014/2015. Pada musim yang menghasilkan 1.024 gol dalam 38 pertandingan itu terjadi beberapa hal mengejutkan, yang membuat bursa transfer musim yang baru lebih menggeliat.

Tak Ada (Duo) Milan di Kompetisi Eropa Musim Depan

Juventus tak lagi ditangani Antonio Conte yang memberikan tiga gelar Serie A dalam tiga tahun terakhir secara beruntun. Kursi kepelatihan pun kemudian berganti pada Massimilliano Allegri. Awalnya banyak yang menyangsikan kekuatan Juventus di bawah kepemimpian Allegri. Juve pun akhirnya tak begitu dijagokan untuk mempertahankan gelarnya karena Allegri dianggap tak memiliki kapabilitas untuk menangani tim sebesar Juventus, setelah gagal bersama AC Milan.

Kandidat kuat peraih Scudetto mengarah pada AS Roma. Musim lalu klub berjuluk "Serigala Ibukota" ini finis diurutan kedua klasemen. Dengan kedatangan sejumlah pemain anyar seperti Kostas Manolas, Jose Holebas, Juan Iturbe, Ashley Cole, David Astori dan mempermanenkan Radja Nainggolan rasanya akan menambah kekuatan Roma untuk mengakhiri liga sebagai peraih kampiun juara.

Namun ternyata perkiraan tersebut meleset. Juventus tetap tampil perkasa di bawah asuhan Allegri sejak awal musim. Hingga akhir musim mereka hanya mengalami 3 kali kekalahan. Permainan Juventus yang selalu konsisten hingga akhir musim membuat mereka akhirnya bisa jadi juara.



Sedangkan Roma hanya mampu menempel ketat Juve di papan atas di awal-awal musim saja. Roma seperti mulai kehabisan bensin setelah melewati pekan ke-15. Mereka mengalami rentetan hasil buruk pada pekan ke-16 hingga pekan ke 27. Dari 12 pertandingan, hanya dua yang berhasil mereka menangkan. Sedangkan 9 pertandingan lainnya berakhir imbang, dan satu kali kalah. Dengan begitu, Roma telah kehilangan 21 poin dari 12 pertandingan di pekan 16-27 tersebut.

Selain kedua klub ini, Genoa menjadi klub yang penuh kejutan dengan berhasil masuk ke papan atas Serie A. Pada akhir musim mereka berada di peringkat 6 klasemen. Bersama eks gelandang Sevilla, Diego Perrotti, Genoa sempat menempati peringkat tiga klasemen pada pekan ke-14. Selain Juve, pada musim ini Genoa juga berhasil mengalahkan AC Milan dan Lazio. Dan pada pekan ke-37, giliran Internazionale Milan yang dikalahkan skuat besutan Gian Piero Gasperini ini dengan skor tipis 3-2.

Namun kegemilangan Genoa akan berakhir sia-sia karena Il Grifone tak lolos untuk mendapatkan lisensi UEFA. Hal ini disebabkan karena markas mereka, Stadion Luigi Ferraris, tak memenuhi standar UEFA. Meski menggunakan stadion yang sama dengan Sampdoria, namun Genoa tidak mencantumkan nama stadion lain sebagai alternatif. Sampdoria menyebutkan nama stadion Sassuolo, Stadion Mapei, sebagai alternatif, sehingga mereka bisa mengikuti kompetisi Eropa.
Nuhun for visit Musim yang Penuh Kejutan