Pages

Berita Sepak Bola : Permainan Terbuka Paraguay yang Menjadi Bumerang

Berita Sepak Bola : Permainan Terbuka Paraguay yang Menjadi Bumerang

sumber berita Permainan Terbuka Paraguay yang Menjadi Bumerang : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/47c244dd/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A70C0A20C0A923210C2958180A0C1480A0Cpermainan0Eterbuka0Eparaguay0Eyang0Emenjadi0Ebumerang/story01.htm
Argentina menang besar 6-1 atas Paraguay dalam lanjutan babak semifinal Copa America 2015. Dalam pertandingan yang dihelat di Estadio Municipal de Concepcion, Rabu (1/7) pagi WIB, skuat asuhan Gerardo Martino tampil maksimal terutama di lini serang. Pada partai puncak, La Albiceleste akan menghadapi tuan rumah Chile yang sebelumnya menang 2-1 atas Peru.

Kemenangan besar ini seperti menjadi titik puncak permainan Argentina selama mengikuti Copa America. Meski dihuni para penyerang terbaik dunia seperti Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Sergio Aguero, Ezequiel Lavezzi, dan Carlos Tevez, Argentina tak pernah menang lebih dari satu gol. Argentina kerap dibuat frustasi terutama saat menghadapi lawan dengan tipikal bertahan.

Martino menurunkan pemain yang sama seperti saat menghadapi Kolombia pada babak perempatfinal, minus Ezequiel Garay yang digantikan Martin Demichelis. Lini serang Argentina masih dihuni trio Angel Di Maria, Lionel Messi, dan Sergio Aguero.

Pelatih Paraguay, Ramon Diaz, pun mempertahankan mayoritas skuat seperti yang diturunkan saat mengalahkan Brasil. Ramon hanya mengganti Eduardo Aranda oleh Richard Ortiz.

Martino menerapkan gaya permainan yang sama seperti saat menghadapi Kolombia. Argentina mengandalkan kecepatan dan akurasi umpan kedua sayap, serta memenangkan bola di lini tengah. Total, Argentina unggul penguasaan bola dengan 60% berbanding 40%.



[Line-up Argentina dan Paraguay]

Bermain Hati-hati

Pada babak pertama, Paraguay bermain hati-hati. Mereka mencoba mengisolasi alur serangan Argentina yang diarahkan ke kedua sisi. Keempat gelandang Paraguay, Raul Bobadilla, Victor Caceres, Richard Ortiz, dan dan Edgar Benitez bermain taktis. Mereka tidak hanya sebagai tembok pertama yang menahan serangan Argentina, tapi juga memberikan suplai bola ke lini serang.

Pada babak pertama, Paraguay unggul dalam agresifitas serangan. Mereka melepaskan delapan tendangan berbanding enam tendangan yang dilakukan Argentina. Dalam bertahan pun Paraguay melakukan 13 tekel dan sembilan intercept. Mayoritas tekel Paraguay dilakukan di kedua sisi lapangan.
Nuhun for visit Permainan Terbuka Paraguay yang Menjadi Bumerang