Pages

Berita Sepak Bola : Exco PSSI: Tak Perlu BOPI untuk Gelar Kompetisi

Berita Sepak Bola : Exco PSSI: Tak Perlu BOPI untuk Gelar Kompetisi

sumber berita Exco PSSI: Tak Perlu BOPI untuk Gelar Kompetisi : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/48bab1c9/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C0A50C1945430C29844750C760Cexco0Epssi0Etak0Eperlu0Ebopi0Euntuk0Egelar0Ekompetisi/story01.htm
Jakarta - Meski tengah dibekukan oleh Menpora dan tidak akan dapat lampu hijau dari BOPI, PSSI bersikeras menggelar kembali ISL pada Oktober mendatang. PSSI menyebut kalau rencana menggelar liga tak membutuhkan rekomendasi BOPI.

Demikian diungkapkan Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan, dalam jumpa pers yang dilakukan di kantor PSSI, Rabu (5/8/2015) sore tadi. Diutarakannya bahwa semua kegiatan sepakbola harus dilakukan oleh induk organisasi, hal mana ditegaskan oleh UU No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

"Semua kegiatan sepakbola, baik turnamen maupun kompetisi, atas perintah Undang-Undang No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, sudah sangat jelas bahwa itu harus dilakukan oleh induk cabang olahraga, dalam hal ini PSSI," ungkapnya.

Dia lantas membeberkan pasal membahas soal kewenangan induk organisasi untuk menggelar turnamen atau kompetisi sendiri, yang termuat dalam pasal 29 ayat 2 UU SKN.

"Pasal 29 ayat 2 UU SKN: Pembinaan dan pengembangan olahraga profesional dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga dan/atau organisasi olahraga professional."

"Itu diperjelas lagi di Peraturan Pemerintah 16/2007 tentang tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Pasal 36 ayat 1, 2 dan 3. Ayat 1, Pembinaan dan pengembangan olahraga profesional dilaksanakan dan diarahkan untuk terciptanya prestasi olahraga, lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan. Ayat 2, pembinaan dan pengembangan olahraga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga, induk organisasi olahraga fungsional, dan/atau organisasi olahraga profesional. Ayat 3, pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan dan kemudahan kepada induk organisasi cabang olahraga, induk organisasi olahraga fungsional, dan atau organisasi olahraga."

"Dipertegas juga dengan Pasal 51 ayat 2 UU SKN. Penyelenggara kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan," paparnya.

Aristo lantas mempertanyakan posisi BOPI dalam kaitannya dengan izin menggelar kompetisi. BOPI disebutnya tidak diperlukan selama ada induk cabang olahraga.

"Justru keberadaan BOPI memberi peluang terjadinya break away league, yang sangat diharamkan di seluruh dunia. Seperti pernah terjadi tahun 2010, saat Liga Primer Indonesia (LPI) diputar mendapat rekomendasi dari BOPI, dan tanpa rekomendasi dari PSSI."

"Terjadi juga pada tahun 2012, saat Indonesia Super League (ISL) saat diputar oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) tanpa rekomendasi PSSI. Oleh karena itu, secara prinsip, Komite Eksekutif PSSI menolak keberadaan dan keterlibatan BOPI," tegasnya.
Nuhun for visit Exco PSSI: Tak Perlu BOPI untuk Gelar Kompetisi